DANYONIF 131/BRS


KETUA PERSIT KCK CAB LXVII

INFORMASI TERBARU

Prev Next

KENAIKAN PANGKAT ANGGOTA YONIF 131/BRS

KENAIKAN PANGKAT 1-04 TAHUN 2016 ANGGOTA YONIF 131/BRS.         (01/04/2016) Payakumbuh. Komandan Yonif 131/Brs Letkol Inf Mujibburrahman Hadi, S.E menjadi ... Read more

22 Apr 2016 Hits:37 Berita Yonif

KEMANUNGGALAN ANGGOTA YONIF 131/BRS BERSAMA MASYARAKAT…

ANGGOTA YONIF 131/BRS MELAKSANAKAN GOTONG ROYONG BERSAMA MASYARAKAT SEKITAR ASRAMA.       (01/04/2015) Payakumbuh. Anggota Yonif 131/Brs bersama masyarakat Kel. Payobasung Kec. Payakumbuh... Read more

22 Apr 2016 Hits:13 Berita Yonif

CEGAH PEREDARAN NARKOBA DI YONIF 131/BRS

CEGAH PEREDARAN NARKOBA DI LINGKUNGAN YONIF 131/BRS.           (28/02/2016) Payakumbuh Seluruh personel Yonif 131/Brs melaksanakan pengecekan urine rutin yang di laksanakan pada saat... Read more

03 Mar 2016 Hits:116 Berita Yonif

PERLOMBAAN TAMAN KANAK-KANAK

PERLOMBAAN ANAK TK TINGKAT KOTA PAYAKUMBUH DAN KAB 50 KOTA.               (26/01/2016) Payakumbuh. Persit Kartika Chandra Kirana mengadakan perlombaan Melukis, membaca puisi,... Read more

26 Feb 2016 Hits:103 Berita Yonif

OLAH RAGA BERSAMA PEMKOT PAYAKUMBUH

ANGGOTA YONIF 131/BRS - POLRI BERSAMA PEMKOT PAYAKUMBUH DAN PEMKAB 50 KOTA MELAKUKAN OLAH RAGA BERSAMA.                 (25/02/2016) Payakumbuh. Seluruh anggota Yonif... Read more

26 Feb 2016 Hits:114 Berita Yonif

LOMBA PELETON TANGKAS TINGKAT KOREM 032/WBR

LOMBA PELETON TANGKAS TINGKAT KOREM 032/WIRABRAJA.     (30/01/2016) Payakumbuh, Guna menunjang kegiatan yang akan datang yaitu Lomba Peleton Tangkas Ta 2016 tingkat Pusat... Read more

26 Feb 2016 Hits:122 Berita Yonif

LATIHAN UJI TERAMPIL PERORANGAN (UTP)

LATIHAN UJI TERAMPIL PERORANGAN BATALYON INFANTERI 131/BRAJA SAKTI. (15/01/2016) Latihan merupakan tugas yang harus diemban oleh setiap Prajurit, latihan pun merupakan suatu... Read more

18 Jan 2016 Hits:238 Berita Yonif

TRADISI PENJEBUTAN WARGA BARU YONIF 131 / BRS

TRADISI PENJEMPUTAN WARGA BARU YONIF 131/BRS.   (07/01/2016) Yonif 131/Braja Sakti melaksanakan tradisi penjemputan warga baru yang sudah di laksanakan bagi setiap... Read more

10 Jan 2016 Hits:342 Berita Yonif

HUT INFANTERI KE 67

PELETON BERANTING YUDHA WASTU PRAMUKA KE 67. (15/12/2015)         Gerak jalan Peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya adalah suatu tradisi yang di... Read more

21 Des 2015 Hits:220 Berita Yonif

LATIHAN MENAMBAK BERSAMA LPKA SUMBAR

LATIHAN MENEMBAK BERSAMA LPKA. (21/11/2015) Batalyon Infanteri 131 /Braja Sakti melaksanakan kegiatan latihan menembak bersama anggota LPKA Sumatera Barat yang di... Read more

21 Nov 2015 Hits:229 Berita Yonif

LINK TERKAIT

ARSIP

yudhi-juanda.co.id

Hak Cipta © 2016 Batalyon Infanteri Yonif 131 Braja Sakti. Dilindungi oleh Undang-undang

stat

ARTI DAN MAKNA LAMBANG SATUAN

 

Berdasarkan Surat Keputusan Menpangad nomor : Skep/233/3/1964 tanggal 11 Maret 1964, pada tanggal 17 April 1964 Yonif 131/Brs Kodam III/17 Agustus menerima tunggul dengan nama “BRAJA SAKTI” sebagai lambang kesatuan.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam I/BB nomor : Skep/98/II/1987 tanggal 20 Pebruari 1987 tentang keterangan arti/ makna tunggul Yonif 131/Brs Kodam I/BB sebagai berikut :

 

 

_

 

 

A.    BENTUK.

1)    Tunggul.

  • Tunggul Yonif 131/Brs Kodam I/BB berbentuk persegi panjang dibuat dari bahan beludru warna hijau tua/hijau lumut berjumbai kuning emas dari benang sutera.
  • Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan pataka Kodam I/BB.
  • Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan tunggul Yonif 131/BRS Kodam I/BB dengan susunan sebagai berikut :
  1. (Keris berkelok 7.
  2. (Api.
  3. Bintang.
  4. Setangkai Padi.
  5. Setangkai Bunga Kapas.
  6. Pita dengan Tulisan “BRAJA SAKTI”.


2)    Mahkota/Tiang.

Tunggul Yonif 131/Brs Kodam I/BB menggunakan Mahkota/tiang sama dengan Mahkota/tiang Pataka Kodam I/BB yang terdiri dari :

  1. Bintang bersudut lima.
  2. Genggaman tangan dengan lima jari.
  3. Bunga melati berkelopak kecil tujuh dan berkelopak besar lima.
  4. Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/sawo matang.



B. UKURAN TUNGGUL
1)    Panjang : 58 Cm
2)    Lebar: 42 Cm
3)    Panjang tiang sampai batas kedudukan kepala tiang : 225 Cm
4)    Garis tengah tiang (0): 4 Cm


C. TATA WARNA


1)    Tunggul

  • Dasar kain beludru : Hijau
  • Jumbai : Kuning emas
  • Keris/ gagang dan baris bentuk/ sinar : Hitam/ Putih/Kuning
  • Dua gunung kembar: Hijau
  • Api berkobar: Merah
  • Rangkaian padi : Emas
  • Rangkaian bunga kapas/daun: Putih hijau
  • Bintang : Kuning emas
  • Pita/tulisan: Kuning/ Hijau


2)    Mahkota/ Tiang.

  • Mahkota (Kepala tiang) dibuat dari logam kuningan emas.
  • Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/ sawo matang.
  • Tiang dibuat  secara bersambung  dengan penyambung dari logam kuning emas berbentuk Pipa.
  • Tali berjumbai kuning emas dari benang Sutera.

 

D. ARTI DAN MAKNA.

1)    Tunggul.


a)    Lukisan.

  • Keris berkelok tujuh, diartikan bahwa dalam melaksanakan tugas kewajibannya TNI – AD selalu berpedoman kepada Sapta Marga.
  • Dua gunung melambangkan kesentausaan kemakmuran.
  • Nyala api dengan lima lidah api melambangkan sebagai gelora jiwa prajurit yang berlandaskan Pancasila.
  • Rangkaian padi 45 butir, rangkaian bunga kapas delapan buah dengan daunnya 17 helai melambangkan Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 – 08 – 1945.
  • Bintang bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai Falsafah Negara RI. Setiap prajurit membela dan mempertahankannya, juga diartikan sebagai lambang, simbol TNI – AD dimana terpatri lima kebulatan tekad dalam sumpah prajurit.
  • Seloka “ Braja Sakti “ adalah nama salah satu dari senjata keramat milik Satria Madukara Penengah Pendawa  (menurut cerita Pewayangan), Yonif 131/BRS sebagai kesatuan tempur selalu memiliki semangat berkobar-kobar bersemangat Proklamasi dan pendukung Pancasila serta pelaksana Sapta Marga yang sejati.


b)    Tata Warna.

  • Kuning : Kejayaan/ keluhuran.
  • Putih : Kesuciaan, kejujuran.
  • Hijau : Kesuburan,  kemakmuran  dan kesejahteraaan.
  • Hitam : Keteguhan/ keuletan.
  • Merah: Keberanian.


2)    Mahkota/ Tiang.

  1. Bintang bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai falsafah negara RI. Setiap prajurit membela dan mempertahankannya, juga diartikan sebagai lambang, simbol TNI – AD dimana terpatri lima kebulatan tekad dalam sumpah prajurit.
  2. Genggaman tangan dengan lima jari, melambangkan bahwa dalam pelaksanaan tugas mempunyai landasan Pancasila yang setiap saat diamalkan.
  3. Bunga melati berkelopak kecil tujuh dan berkelopak besar lima, melambangkan bahwa dalam pelaksanaan  tugas tetap berpegang teguh kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
  4. Surya Sangkala “ GANDA PENDAWA MADUKARA ”
  • Ganda : Bahu: 9
  • Pendawa : 5 Putera Pendawa : 5
  • Muka : Muka: 9
  • Bawana: Buana : 1


Yang mengandung arti tahun kelahiran/dibentuknya Yonif 131/BRS, tepatnya pada tanggal 22 Januari 1959 juga bermakna bahwa bagi setiap prajurit yang dapat menghayati watak dan pribadi pada kecenderungan rasa keperwiraan, keutamaannya, prajurit itulah yang dapat dipercaya untuk memikul tanggung jawab dan turut serta Memayu Hayu Nusa dan Bangsa.   

E. KESIMPULAN

Batalyon Infanteri 131/BRS dengan tunggul kebanggaan Braja Sakti dibawah naungan Kodam I/BB memiliki daya kekuatan yang ampuh/sakti. Dalam pelaksanaan tugas selalu percaya kepada kekuatan diri sendiri dengan berpedoman kepada Undang-undang Dasar 1945, Pancasila dan memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit demi kemakmuran dan kejayaan Bangsa dan Negara.

 


Copyright © 2012.Yonif 131 Braja Sakti. Designed by Braja Sakti