DANYONIF 131/BRS

KETUA PERSIT CAB LXVII

INFORMASI TERBARU

Prev Next

PURNA TUGAS SATGAS PAMTAS RI - MLY

PENGHARGAAN YG DIBERIKAN SELAMA PELAKSANAAN TUGAS PENJAGA PERBATASAN.         17/07/2017 Ponntianak, Sebagai Seorang Prajurit suatu kebanggan jika bisa terpilih untuk melaksanakan tugas, demikian... Read more

30 Sep 2017 Hits:32 Berita Yonif

UJI SIAP TEMPUR (UST) TA 2016

YONIF 131/BRS MELAKSANAKAN LATIHAN UJI SIAP TEMPUR TINGKAT PELETON TA 2016.       (01/08/2016)  Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti melaksanakan Uji Siap Tempur... Read more

06 Agu 2016 Hits:236 Berita Yonif

PROGRAM SEJUTA JAMBAN YONIF 131/BRS

PROGRAM PEMBUATAN SEJUTA JAMBAN YONIF 131/BRS.       (18/07/2016) Batalyon Infanteri 131/Braja sakti melaksanakan kegiatan pembuatan jamban yang di sekitar Asrama Yonif 131/Brs.... Read more

23 Jul 2016 Hits:164 Berita Yonif

GARJAS YONIF 131/BRAJA SAKTI

UJI KEMAMPUAN ANGGOTA YONIF 131/BRS DALAM RANGKA SATGAS PAMTAS RI - MLY .               (16/07/2016) - PAYAKUMBUH, Dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit... Read more

16 Jul 2016 Hits:228 Berita Yonif

JADIKAN HIKMAH BULAN PUASA RAMADHAN NUZHULUL QURAN DAN …

DANYONIF 131/BRS BUKA BERSAMA ANAK YATIM.       (24/06/2016) PAYAKUMBUH, Bulan suci Ramadhan merupakan momentum bagi umat beragama Islam untuk berbagi sesama,... Read more

29 Jun 2016 Hits:203 Berita Yonif

TRADISI GUNUNG BUNGSU

TRADISI SATUAN GUNA MENUMBUHKAN RASA CINTA DAN BANGGA TERHADAP SATUAN.               (04/06/2016) Payakumbuh - Tradisi Satuan merupakan Tradisi yang dilakukan oleh anggota... Read more

08 Jun 2016 Hits:234 Berita Yonif

SERTIJAB DANYONIF 131/BRS

SERTIJAB DANYONIF 131/BRS DARI LETKOL INF MUJIBBURRAHMAN HADI, S.E. KEPADA LETKOL INF DENNY, S.I.P.                         (26/05/2016) Payakumbuh - Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen... Read more

07 Jun 2016 Hits:489 Berita Yonif

LATIHAN UJI SIAP TEMPUR TINGKAT REGU

UJI SIAP TEMPUR TINGKAT REGU.         (05/2016) Payakumbuh. Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Regu Yonif 131/Brs dilaksanakan di sekitar Harau komplek.... Read more

13 May 2016 Hits:319 Berita Yonif

KENAIKAN PANGKAT ANGGOTA YONIF 131/BRS

KENAIKAN PANGKAT 1-04 TAHUN 2016 ANGGOTA YONIF 131/BRS.         (01/04/2016) Payakumbuh. Komandan Yonif 131/Brs Letkol Inf Mujibburrahman Hadi, S.E menjadi ... Read more

22 Apr 2016 Hits:387 Berita Yonif

KEMANUNGGALAN ANGGOTA YONIF 131/BRS BERSAMA MASYARAKAT…

ANGGOTA YONIF 131/BRS MELAKSANAKAN GOTONG ROYONG BERSAMA MASYARAKAT SEKITAR ASRAMA.       (01/04/2015) Payakumbuh. Anggota Yonif 131/Brs bersama masyarakat Kel. Payobasung Kec. Payakumbuh... Read more

22 Apr 2016 Hits:221 Berita Yonif

LINK TERKAIT

ARSIP

yudhi-juanda.co.id

Hak Cipta © 2017 Batalyon Infanteri Yonif 131 Braja Sakti. Dilindungi oleh Undang-undang

stat

SEJARAH YONIF 131 BRAJA SAKTI

 

 

LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN


Pembentukan Kesatuan atau Batalyon baru didasari oleh adanya pemberontakan oleh kelompok-kelompok pemberontak PRRI pada masa itu. Maka sesuai dengan perintah Komando Atas terbentuklah Batalyon baru di wilayah Sumatra bagian Barat dalam menjaga keamanan dan mempertahankan daerah dari serangan pemberontak. Adapun yang melatar belakangi pembentukan  :

A. Dengan keluarnya Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus Nomor : PS-262/7/158 tanggal 1 Juli 1958, maka pasukan Mayor Noermatias secara administrasi/organik masuk pada Batalyon Infanteri ‘’A’’ 17 Agustus.

  • Pasukan Mayor Noermatias yang semenjak tanggal 26 April 1958 telah melakukan tugas dan bazzeting ke daerah Pariaman yang telah dibebaskan.
  • Penyerahan Kota Pariaman dilakukan oleh Dan RTP II Yon 510  Brawijaya Overste (Letkol) Syahbirin Muchatar kepada Mayor Noermatias.
  • Penyerangan oleh gerombolan PRRI yang berkekuatan 1 batalyon pada tanggal 07 Juli 1958 ke Kota Pariaman + 3 hari dapat dipertahankan oleh pasukan Mayor Noermatias. Penyerangan oleh gerombolan PRRI dapat digagalkan dan dimenangkan oleh pasukan Harimau Kuranji, Sibinuang, Gumarang dan Kinantan yang bersumber dari Batalyon 140 dan 141 dibawah pimpinan Mayor Noermatias dan berkekuatan 2 (dua) Kompi yang tidak terlibat PRRI, dimana pada saat itu persenjataan PRRI lebih unggul dan memiliki lebih banyak personel dari Tentara Pelajar yang tidak berpengalaman dibidang taktik perang, dibandingkan dengan pasukan yang dipimpin oleh Mayor Noermatias yang memiliki persenjataan minim namun sangat berpengalaman dalam taktik perang. Atas kemenangan tersebut maka Mayor Noermatias dipercayakan untuk membentuk Batalyon “A”. (Nara sumber : Bapak Intan Rusli 69 tahun, saksi sejarah pembentukan Yonif 131/Brs).



B. Sesuai dengan Surat Keputusan Komando Operasi 17 Agustus Nomor : KDP-15/1958 yang memberikan kuasa kepada Mayor Noermatias NRP 12472 untuk menyusun Batalyon Infanteri ‘’A’’ dengan dislokasi sebagai berikut :

1)  Staf Batalyon + Kompi Markas berkedudukan di Bukittinggi.

2) 3 Kompi yaitu :

  • Kompi I di Padang Panjang adalah pecahan dari Batalyon 140 dan 141.
  • Kompi II di Koto Tuo, Bukittinggi adalah pecahan dari Detasemen “J” yaitu dari Batalyon 135 berkedudukan di Medan.
  • Kompi III di Matur, Bukittinggi adalah pecahan dari Batalyon 136 berkedudukan di Medan.

3)    Masuknya 120 orang Tamtama Remaja BDI (Batalyon Depot Infanteri) III Bogor maka lengkaplah Batalyon “A” menjadi 6 Kompi


C. Sesuai dengan Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus Nomor : SP-732/1958 tanggal 29 September 1958 tentang pembentukan Batalyon ‘’A’’ sebagai berikut :

  1. Dan Yon Mayor M. Yoesoef Ali.
  2. Wadan Yon Kapten M. Noer.
  3. Dan Kima Kapten Taswar Akip.
  4. Pasi-1 Letda Syamsir Rauf.
  5. Pasi-2 Pelda Oesman Saat.
  6. Pasi-3 Pelda Syaaluddin.
  7. Pasi-4 Letda Djamirusti
  8. Dan Ki-I Kapten A. Moenit.
  9. Dan Ki-II Kapten Mahyoedin Algamar.
  10. Dan Ki-III Kapten S. Simarmata.


D. Dasar Perintah Komandan Operasi 17 Agustus Letkol Pranoto, Staf Yon menyelenggarakan pemindahan ke Padang di bawah pimpinan Kapten M. Noer serta meneruskan pembentukan Batalyon ‘’A’’ di Padang. Secara berangsur-angsur dilakukan pengisian kekurangan personel Batalyon ‘’A’’ setelah satu bulan lamanya di Padang atas perintah lisan Komandan Operasi 17 Agustus Staf Yon dipindahkan lagi ke Bukittinggi di komplek pertanian. Pembentukan Batalyon ‘’A’’ berdasarkan perintah Komando Operasi 17 Agustus Nomor : SP-894/11/1958 tanggal 27 Nopember 1958 melakukan serah terima Danyon ‘’A’’ kepada Mayor M. Yoesoef Ali dilaksanakan di Padang.

E. Sesuai Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustu Nomor : SP-133/2/1959 tanggal 10 Pebruari 1959, dilakukan serah terima jabatan Danyon dari Mayor M. Yoesoef Ali NRP 12025 kepada Mayor Katamso sebagai Danyon “A’’.

F.  Setelah Kompi-kompi dari Batalyon ‘’A’’ terbentuk maka dislokasi pasukan disusun sebagai berikut :

  1. Staf Batalyon dan Kompi Markas berkedudukan di Bukittinggi.
  2. Kompi-I berada di Padang Panjang dibawah pimpinan Lettu Bermawi (Bujang Bazoka).
  3. Kompi-II berada di Muara Mahat dibawah pimpinan Lettu Mahyudin Algamar.
  4. Kompi-III berada di Matur, Bukittinggi dibawah pimpinan Letda Muslim.
  5. Kompi Bantuan berada di Bukittinggi dibawah pimpinan Lettu Sembiring.


G.  Pada tanggal 10 April 1959 Kasad melakukan Inspeksi terhadap Staf Batalyon ‘’A’’.

H.  Berdasarkan Surat Perintah Panglima Daerah Militer III/17 Agustus Nomor : SO-679/8/1959 Jabatan Danyon ‘’A’’ diserah terimakan dari Letkol Katamso NRP 10966 kepada Kapten M. Noer NRP 411425 (waktu itu jabatan Wadanyon).

I.  Berdasarkan Perintah Operasi Nomor : PD-446/1959 tanggal 30 Nopember 1959 Batalyon ‘’A’’ melaksanakan tugas operasi di daerah Padang Pariaman.

J.  Berdasarkan Surat perintah Operasi Panglima Komando Daerah Militer 17 Agustus Nomor : PD-27/1960 tanggal 28 Januari 1960 Batalyon ‘’A’’ dipindahkan ke daerah Payakumbuh, dengan kepindahan tersebut Danyon ‘’A’’ baru dapat melakukan Komando sepenuhnya terhadap satuan.

K. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Komando Daerah Militer 17 Agustus Nomor : KPTS-86/1960 tanggal 06 Oktober 1960 Batalyon ‘’A’’ dirubah menjadi Batalyon Infanteri 131 Kodam III/17 Agustus terhitung mulai tanggal 01 Juni 1960 untuk mengenang Yonif ‘’A’’ maka lambang 131 dibentuk seperti huruf ‘’A’’ setelah itu mengalami perubahan-perubahan.


PEMRAKARSA

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Komando Daerah Militer 17 Agustus Nomor : KPTS-15a/5/1958 tanggal 18 Mei 1958 tentang penunjukan Mayor Noermatias NRP 12472 untuk membentuk satu Batalyon dengan nama Batalyon ‘’A’’ sebagai penghargaan Kasad atas tindakan yang berani menentang pemberontak PRRI.



PROSES PEMBENTUKAN

  1. Surat Keputusan Panglima Komando Operasi Daerah Militer 17 Agustus Nomor : KPTS 15/6/1958 tanggal 18 Juni 1958 dan KPTS nomor : 15a/7/1958 tanggal 29 Juli 1958, tentang penunjukan Mayor noermatias NRP 12472 untuk membentuk satu Batalyon dengan nama Batalyon ‘’A’’.
  2. Surat Perintah Panglima Komando Operasi Daerah Militer 17 Agustus Nomor : SP-214/6/1958 tanggal 15 Juni 1958 tentang perintah kepada Mayor noermatias, Lettu Djohan Rivai, Lettu Sohor Simarmata dan Lettu Saehaili berserta seluruh Kompinya masuk ke dalam Batalyon ‘’A’’.
  3. Surat Perintah Panglima Komando Operasi Daerah Militer 17 Agustus Nomor : SP-734/7/1958, tanggal 1 Juli 1958 tentang Ex. Batalyon 140 KDMST ditugaskan di RTP-II/Brawijaya sebagai anggota Batalyon Noermatias.
  4. Surat Perintah Panglima Komando Operasi Daerah Militer 17 Agustus Nomor : SP-734/9/1958 tanggal 22 September 1958, tentang Ex. Kompi KDMST, Kompi-F Yon 136, Kompi Markas, Kompi I Yon 140 secara Organik masuk kedalam Batalyon ‘’A’’.
  5. Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : KPTS-040/1/1959 tanggal 22 Januari 1959, tentang pengesahan Batalyon ‘’A’’ Komando Operasi 17 Agustus.



KONDISI AWAL
A. Kondisi awal Personel.
Personel Batalyon Infanteri ‘’A’’ 17 Agustus adalah merupakan penggabungan dan penjelmaan Ex. Batalyon Noermatias, KDMST Detasemen J dari Batalyon 135 dan Kompi F dari Batalyon 136 dibentuk menurut susunan Formasi ROI-II pada bulan Pebruari 1959 berkekuatan 649 orang dengan komposisi :

  1. Staf Batalyon dari Ex. Batalyon Noermatias.
  2. Kompi markas dari Ex. KDMST/Batalyon 140 dan 141.
  3. 2 (dua) Kompi Senapan dari Ex. Detasemen J dari Yon 135.
  4. 1 (satu) Kompi Senapan dari Ex. Batalyon 140 dan 141.
  5. 1 (satu) Kompi Senapan dari Kompi F Batalyon 136 yang merupakan cikal bakal personel Batalyon “A”.



B. Kondisi awal Materil.

Batalyon ‘’A’’ 17 Agustus terbentuk dengan kondisi materiil yang terbatas karena merupakan gabungan dari Batalyon 140, Batalyon 141, Detasemen J dan Kompi F Batalyon 136, kondisi materiil tersebut dengan susunan Formasi ROI-II tahun 1959 kurang terpenuhi karena keterbatasan pada saat itu.

 


Copyright © 2012.Yonif 131 Braja Sakti. Designed by Braja Sakti